Yes I’m Genius Part 1

Bab 1
Ekspresi jiwa

Sebelum mulai kuceritakan kisah ini ijinkan kuperkenalkan diriku. Namaku Lingga walaupun tampangku biasa saja tapi karisma yang kumiliki mampu menundukan siapapun. Aku adalah wujud kesempurnaan yang di idamkan semua orang.
Aku cerdas, aku kaya, aku menguasai semua Ilmu pengetahuan, aku master dari semua keahlian manusia. Aku menguasai 10 bahasa internasional, aku raja di dunia maya dan internet, aku Enstein di bidang fisika, Aristoteles dibidang matematika, Davinci dibidang seni-rupa, Copin dibidang musik, Ronaldo dilapangan hijau, Bruce lee dalam beladiri, dan Hector dikerajaan Troy.
Ya itulah aku, aku sedikit sombong tapi kurasa ini agak wajar untuk pengetahuan dan keahlianku yang diatas siapapun.
Aku adalah korban, aku korban masa-kecil yang sering dikucilkan direndahkan dan ditindas secara tidak adil oleh semua orang. Hanya karena aku bodoh lemah dan miskin.
Sampai akhirnya ayahku terpaksa melanggar amanat kakek untuk tidak menjual tanah warisan turun-temurun, Tapi kurasa kakek pasti mengerti jika dia melihat seperti apa kehidupan kami saat itu.
Hidup kami pun perlahan kian membaik. Aku sendiri mulai kepikiran inilah saatnya… dimana aku bisa meruntuhkan kesombongan teman-temanku yang selama ini mengejek dan melecehkanku diatas tahta kekayaan orangtua mereka.
Namun ternyata aku salah. Mereka masih jauh lebih kaya, lebih cerdas dan lebih punya kemampuan untuk membuat aku semakin tersiksa.
Hasil penjualan tanah hanya mampu mengangkat kami kekehidupan rata-rata meninggalkan kemiskinan.
Sementara musuh yang berkedok teman-teman SD masih sangat jauh diatasku. Aku selalu termenung dan kadang menangis jika pulang dari sekolah mungkin inilah satu dari sekian banyak siksaan mental yang merubahku.
Aku selalu menceritakan penindasan yang terjadi disekolah pada ayah dan akhirnya setelah lulus SD dia menyekolahkanku ke sebuah pesantren di Bandung.
Mungkin dia berharap tekanan mental yang aku hadapi selama ini bisa berangsur-angsur pulih dibawah bimbingan para Ustadz dan Para Kiyai yang merupakan kenalan ayahku.
Ok inilah awal ceritaku….. cerita ini diambil dari masa ketika aku kuliah sampai kuputuskan kapan mengakhirinya… 

Kring.. kring..! sebuah suara menyebalkan yang masuk telingaku pertamakali sebelum aku membuka mata. Ini merupakan akhir dari pejalanan mimpiku yang sangat indah. Aku sadar bahwa rutinitas yang sudah biasa kulakukan akan terulang lagi hari ini. Benar-benar membuatku bosan!.
Sebuah drama komedi kehidupan yang selalu dianggap serius oleh sebagian orang, padahal dari sisiku aku hanya melihatnya seperti komedi murahan yang tidak berwarna karena ceritanya sudah pasti itu-itu saja selalu berkaitan dengan pola pikir manusia standar yang terlalu percaya dengan aksi dan reaksi, sebab-akibat, dsb.
Akulah maestro bagi lukisan drama kehidupanku. Aku ingin membuat sebuah lukisan yang sangat istimewa.
Sebuah drama yang tidak membosankan. Aku ingin keluar dari lingkaran pola pikir manusia yang kelihatannya sengaja dibatasi oleh dirinya sendiri. Aku percaya aku lebih cerdas dari siapapun di dunia ini, dan aku selalu merasa sendirian dalam kecerdasan yang entah merupakan anugerah atau kutukan dari sang Raja segala Raja.
Terkadang aku merasa benci dengan pola pikirku. Aku selalu merasa seolah peran utama yang kehidupannya sudah diatur oleh sutradara sedangkan manusia yang lain hanyalah tokoh pelengkap yang tidak benar-benar ada. Dan kurasa pikiran ini muncul karena aku hanya bisa melihat dan meraba fisik mereka tanpa bisa merasakan keberadaan jiwa mereka.
Didalam drama ini aku tahu kapan aku harus marah, sedih dan bergembira, aku pun tahu kalaupun aku tidak marah, sedih ataupun bergembira, disaat yang tepat tidak akan ada teguran langsung dari sang sutradara.
Hal yang paling aku sukai adalah tidak marah disaat harus marah, tidak sedih disaat harus sedih, dan bergembira setiap saat apapun yang terjadi, aku sendiri heran kenapa aku begitu menikmati hal ini tapi yang jelas aku merasakan ada sebuah sensasi yang sangat menyenangkan ketika aku menentang sebuah kondisi alam yang diberikan untuk memancing ekspresi jiwaku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: